Rabu, 08 Juli 2015

Finally, Mahameru 3676m dengan orang-orang baru (lagi)

Have you ever pushed yourself to your limit? 
Then how do you know you have one?

Break the limit (for many times)! Finally, I can reach the top of Java. It is not to proved that I can break my limit, I just play the games! Games to pushed my ego...

View dari atap-nya pulau Jawa luar biasa dahsyat!
Utara : Bromo (TNBTS), view foto ini;
Timur : Argopuro&Raung (?), Gunung Agung di Bali, bahkan beberapa orang bisa lihat pucuknya Rinjani;
Selatan : jurang, tapi kadang wedus gembel dari jonggrang seloko berhembus ke barat dan view-nya kece! Dari sini juga kita bisa lihat batas cakrawala yang sangat jelas dan cantik;
Barat : pastinya si kembar (tak mirip), Arjuno&Welirang ^^

Untuk kesekian kalinya kaki saya menapaki tiap jengkal lintasan jelajah Gunung Semeru, gunung tertinggi pulau Jawa, sekaligus merupakan gunung berapi aktif tertinggi ketiga di Indonesia. Tak sesering para guide/porter seperti Pak Ningot yang sudah lebih dari 100x menapakinya, kaki saya baru hitungan jari. Tapi memang "panggilan" untuk bertamu selalu saja menjadi hal yang saya tunggu-tunggu. 

Akhir Mei hingga mentari pertama Juni menyapa ramah dan hangat, semua persiapan matang? I didn't think so

29 Mei 2015
Jum'at saya memilih untuk home office (Boss, sorry! But for sure, I had remotely done all job (y))
Padahal jauh-jauh hari saya berniat membawa peralatan perang ke kantor, namun sepertinya kondisi belum memungkinkan. Alhasil, jumat sehabis maghrib saya naik angkutan pemadu moda serupa DAMRI dari terminal samping komplek (terminal Cileungsi.red) menuju Bandara Soetta. Akhir pekan lalu lintas ramai? Jangan ditanya! Sudah pasti! Alhamdulillaah pesawat nggak delay

Karena sendirian (always alone), sesampainya di terminal 1c Soetta saya langsung menuju loket check-in, lanjut masuk menuju ruang tunggu atau mushollah. Namun saya dikejutkan oleh pemandangan baru di terminal 1c. 2 minggu yang lalu saya di tempat yang sama tapi belum ada kantin dan tempat menunggu seperti yang saya lihat sekarang. Boleh jadi 2 minggu lalu masih sama seperti perjalanan saya ke Padang di akhir tahun lalu. Dan dalam 2 minggu semua berubah? WOW #:-s 
Intinya sih bangunan terminal 1c ini sudah lebih modern (pas udah masuk dari tempat check-in ya), menunjukkan kelas bandara Internasional yang sesungguhnya ;) 
Sayangnya tidak saya abadikan :(

Singkat cerita, saya terbang... 
Hampir dini hari ketika kaki saya menginjak garbarata menuju terminal entah berapa di Bandara Juanda, Surabaya. Dan sudah dipastikan tidak ada DAMRI yang akan mengantarkan saya ke terminal Bungurasih untuk melanjutkan perjalanan menuju Malang.

Karena meeting point dengan rombongan masih esok hari di stasiun Malang pukul 09.00 WIB, saya berencana agak santai dari Surabaya. Entah menginap di terminal Bungurasih atau menunggu pagi di terminal Malang jika memang ada bus langsung menuju Malang setibanya di Bungurasih. 
Namun yaaaa rencana tinggallah rencana ketika akhirnya petugas bandara (yang sepertinya kasihan melihat saya seorang diri) mengantarkan saya dan mencarikan "travel" menuju Malang setelah saya bertanya apakah masih ada damri atau tidak dan beliau bertanya kemana tujuan saya. 

Travel?
Yup, "travel" atau "taksi gelap". Agak ngeri ya bahasanya. Tapi itulah istilah untuk mobil pribadi yang dijadikan tambahan usaha para drivernya untuk mengantar tamu menuju destinasi mereka.
Tawar menawar pun terjadi, ya karena emang niatnya kan backpacker style! Tapi tak apalah berbagi rejeki. Haha... #edisisholehah :P

30 Mei 2015
Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tiba juga di rumah adik dan kakak kelas di daerah Malang lah pokoknya :D 
Yang pasti kesekiankalinya ke Malang, ngerepotin Mas Agung. Super thankies, brother! :)
Numpang tidur, numpang mandi, numpang sarapan. Hehe... =)) 

Setelah chitchat sebentar dengan pemilik rumah, dan memastikan rombongan sudah hampir sampai stasiun Malang, pamit deh. Rencana naik angkot, eh ternyata dianterin sama si adik baik hati. Matur suwun yo, dek Isti <3<3 

Tapi ternyata sampai di stasiun belum juga pada sampai, padahal naik motor lumayan jauh, ada kali ya setengah jaman purbakala. hehe.. #letudebay #lebay :P 
Alhasil, nunggu deh, dan masih sendiri tapi nggak sendiri banget, ngobrol-ngobrol dengan orang sebelah yang ternyata adalah anak farmasi tingkat akhir Unibraw. Halo adek yang ramah asli Blitar, kalo lagi baca blog ini, sorry saya lupa nama kamu :D maaphkeun yaaa... X_X

Singkat cerita, rombongan pun datang. Ternyata eh ternyata, bukan cuma rombongan dari Jakarta, tapi ada seorang anggota tim juga dari Bandung. Huehehee... 

Perjalanan pun dimulai, tim kece ini kocak abis lah! 
Ada siapa saja kah? Saya kenalin aja ya biar nggak boring baca tulisan nggak jelas ini :D 
Emang pernah ya Riza nulis cerita dengan alur jelas? Ya nggak lah! haha...

And...
Ladies and gentlemen, with my pleasure, I introduce the 13 members of great journey to Mahameru!

me N ira
Ira
Ajakan ini berawal dari si tangguh Ira yang mengusulkan saya untuk join trip ini karena sebelumnya saya mengajaknya ke Semeru sehabis lebaran. Untung sih  nggak jadi habis lebaran ini, karena saya udah terlanjur di'pingit' :'(
Ira ini salah seorang yang dulu, di jaman dahulu kala, di saat masih muda (etdah serasa sekarang udah tua yak), merupakan orang yang ogah buat naik gunung lagi. Sekarang? Silahkan ditanyakan langsung :D


Achyar 
Sebelum perjalanan Semeru ini, setelah chit chat nggak jelas di group whatsapp (di group itu orang yang saya kenal awalnya cuma Ira), kami bertemu pertama kali secara langsung ketika dia dan rombongan Rinjani (ketika itu saya ke pulau seberangnya lagi) warming up ke Gunung Batu, dekat rumah saya, Jonggol.
Orangnya kadang nggak jelas, tapi baik dan super sabar! Foto-fotonya juga kece, kepoin aja www.fotokita.net/mahfudachyar :)



Ajuw 
Nama lengkapnya Asih Juwariyah, mbak ini golongan darah A-nya kelihatan banget! Hehe...
Dan di perjalanan ini adalah perjalanan pertama saya bersama orang yang sungguh sangat rapi dan well prepared! Tetangga (tenda) sebelah menjuluki tenda yang saya tempati bersama Ajuw sebagai "hotel" di gunung. Rapi banget! Padahal barang-barang saya berserakan, dengan sabarnya mbak Ajuw memisahkannya dan dipojokin (ditaro ke pojokan), terus ya ternyata mbak Ajuw ini baru banget naik gunung. Guess what, guys? Gunung pertama yang dia daki adalah RINJANI! Meeeen, Rinjani! Gunung berapi aktif kedua tertinggi setelah Kerinci. \m/
Dan yang lebih mengesankan adalah, doi naik Rinjani bareng Achyar 2 minggu sebelum ke Mahameru ini. Gileeeee dahsyat kan?! (y)

Pipit
Yang paling muda, yang paling bersemangat, serasa nggak habis deh batrenya :D
"Forester" dan biologist satu ini sekarang aktif di pusat penelitian dan konservasi Taman Nasional Gunung Salak Halimun.




Kak Rido 
Siapa yang nyangka kalau ternyata si kakak ini udah 29 tahun #ups X_X
Kak Rido ini ternyata juga kakak kandungnya Pipit, benar-benar kakak yang baik loh, ngejaga adeknya banget, walaupun kelihatan sih suka berantem tapi juga kelihatan kalau si Kakak-Adik ini saling menyayangi satu sama lain. ceileeeh..
Abah
Entahlah kenapa panggilannya abah, mungkin yang paling 'dewasa' #ehem #cucok #eh 
Haha... dimanapun keberadaannya di dunia maya, dirinya tidak akan lepas dari tagline tersebut. #ehem #cucok #eh :D 
Nama aslinya sih Herrendi Satria, padahal kan keren ya namanya, tapi ya entahlah karena emang wajah tak pernah berbohong #ups :| 
Terus ya, ini orang gokil dah! Selalu meng-aku-kan dirinya dengan sebutan "aing", dan bahasa-nya itu loooh, Sundaaaa pisaaan! Tapi Sunda "gahol" =D

Kamal 
Ini dia partnernya abah dalam perjalanan kali ini. 
Sebelumnya, saya hampir saja bertemu Kamal ketika merencanakan touring ke Megamendung, Puncak. Namun takdir berkata lain. Seperti biasa, rencana tinggallah rencana =D 
Sebelum-sebelumnya sering banget nama Kamal disebut oleh Jikri dan kawan-kawan lainnya. Tapi baru kali ini takdir mempertemukan kami. #tsaahhh.... haha... 

Ai 
Katanya sih orang Minang. Serius ga, Ai? Sekilas sih ada typically padusi Minang, tapi sepertinya sudah tergradasi menjadi mojang Parahyangan nyak? :) #apasihbahasanya =D 
Beneran nih Mahameru jadi yang terakhir? Tapi sepertinya dirimu tidak sebenarbenar seperti niatan 'terpaksa' saya :'( 


Mbak Andin
Walaupun paling akhir sampai puncak, tapi jiwa pantang menyerah Mbak Andin perlu diacungi jempol kece! (y)
Mbak Andin ini juga calon manager keuangan yang sangat ahli. Bendahara tim kali ini ya doi ini :)
Aku udah nggak ada hutang kan, mba'e? :D






Nurida
Salut juga untuk Nurida, selain pantang menyerah. Setiakawan sangat. Terbukti Nurida dan Mbak Andin akhirnya bisa menikmati indah dan sepinya Mahameru...
Anyway, selamat juga ya gelar masternya!
Alhamdulillaah Mahameru jadi pemicu semangat untuk menyelesaikannya :)


Nanang 
Panggilan akrabnya adalah Nangkidut, "soulmate"-nya Ira.
Entah apa yang ada di balik hubungan mereka, kita doakan saja yang terbaik. #loh ;)




Kak Hassan
Siapa yang menyangka bahwa sosoknya yang tampil pendiam satu ini adalah personil boyband yang cukup terkenal di kampusnya pada jamannya. Ada yang tau Get-F? Saya sih nggak tahu :D
Silahkan digoogling kalau berminat ;)


Totally, it's 13 members including me. 
Nggak ada yang aneh-aneh atau macam-macam.
Kami semua kompak, dan solid.
Mereka semua juga kece! Mungkin yang paling nggak sabaran itu ya saya! :D Maaf ya, kawan-kawan...
Maaf yang udah saya sewotin sewaktu malam pertama kita di Ranu Kumbolo, ketika hujan, dingin, dan semuanya sibuk mendirikan tenda, saya seenaknya main suruh ini suruh itu :( *penyesalan memang selalu di akhir* 



Aaaak,,,
Untuk kesekian kalinya tidak bisa menekan ego :'(

Sekali lagi maaf...

Sudah! Sudah! Kok jadi melow begini :D
Kapan cerita perjalanannya?
Hmmm...
Karena sejujurnya, saya memang tidak terlalu jago mengingat dan menulis (kali ini mengetik.red).
Jadilah mari disimak saja kisah perjalanan ini melalui foto-foto di bawah ini ;)

Enjoy! ~o)


Day#1 still 30 May 2015
















Day#2 ~ 31 May 2015






















Day#3 ~ 1 June 2015

fajar pertama di bulan Juni :)
expresi haru dan bahagia saat tiba di Mahameru \m/
expresi kebahagian menggapai 3676 mdpl









bahu membahu menuju puncak, karena bersama sahabat semua sangat berarti





additional captured : edisi dibuang sayang ...

Jonggrang Saloko
FINALLY! touchdown Mahameru <3

mata lensa ~ lensa di balik kacamata

Last but not the least, Informasi penting Pendakian Gunung Semeru :
  • Sedari rumah, siapkan fotocopy KTP/identitas diri dan surat keterangan sehat. Tiap kelompok juga wajib membawa materai seharga Rp. 6.000,-. Satu kelompok dianjurkan maksimal terdiri dari 15 orang. 
  • Dari stasiun Malang, sudah banyak angkot yang menawarkan jasanya mengantar hingga Pasar Tumpang. Ada pula yang bisa mengantarkan hingga ke basecamp jeep di daerah Tumpang. Yang enak sih kalau bisa mampir di rumah Mas Pras, bisa numpang mandi juga :) Terus kalau rombongannya banyak, bisa naik truck beliau :D Yang pasti harga truck lebih murah dari jeep. 
  • Tarif angkot Stasiun Malang - Tumpang : Rp. 150.000/angkot (May-June 2015)
  • Tarif truck Tumpang-Ranupane / sebaliknya : Rp. 25-30.000/orang (May-June 2015)
  • Tarif jeep Tumpang-Ranupane / sebaliknya : Rp. /jeep ((May-June 2015)
  • Simaksi : 
  • Waktu tempuh perjalanan :
    - Stasiun Malang - Tumpang (by angkot) : 1,5 jam
    - Tumpang - Ranupane (by jeep/truck) : 2 jam
    - Ranupane - Pos 1 : 1,5 jam
    - Pos 1 - Pos 2 : 1 jam
    - Pos 2 - Pos 3 : 45 menit
    - Pos 3 - Pos 4 - Pos Ranukumbolo dekat tanjakan cinta: 2 jam (tracking malam)
    - Ranukumbolo - Cemoro Kandang : 1 jam
    - Cemoro Kandang - Jambangan : 1,5-2 jam
    - Jambangan - Kalimati : 30 menit
    - Kalimati - Arcopodo : 30 menit
    - Arcopodo - Mahameru : 5-6 jam

is this the last? ...

Take nothing but pictures,
Leave nothing but footprints,
Kill nothing but time.
It's never about the destination, 
it's all about the journey!
@};- @rizazizah

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. ogut mah gk pernah pake kata aing aing ngan jah itu tuh kasar ogut tuh sopan kalo bertutur kata hakhak

    BalasHapus

ayo tinggalkan jejak! ;-)

terima kasih telah mampir yaaa...
-riza-